Sekolah Alam

DSCI0293 IMG_2988DSCI0073AHA_4453

Konsep Pendidikan Sekolah Alam

Prinsip Dasar
Sekolah Alam menerapkan Prinsip Dasar dalam menyusun Kurikulum, yaitu :

  1. Menggeser paradigma dari “ sekolah identik dengan bangunan” menjadi Sekolah adalah Aktivitas yang terstruktur”. Pada hakekatnya seluruh aktivitas yang ada di masyarakat adalah sekolah,
  2. Penuh muatan Aktivitas yang menggali potensi sumber daya alam dan budaya (insitu development),
  3. Buku, Internet, Audio Visual Room dan khazanah ilmu lainnya akan mengisi dan memperkuat konsep dan capaian Kegiatan Belajar Mengajar,
  4. Experimen dan Teladan Guru merupakan hal utama yang memperkuat dan memperkaya pengalaman siswa.

Standar Pendidikan
Mengacu pada Sistem Pendidikan Nasional dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter, yaitu :

  1. Akhlakul Karimah; Cara Tunduk Manusia pada Sang Pencipta, Allah Azza wa Jala
  2. Logika Ilmiah; Cara tunduk alam semesta pada Sang Pencipta, Allah Azza wa Jala
  3. Leadership; Kepemimpinan,
  4. Bisnis; Cara mencari rejeki yang halal.

Proses Belajar Mengajar
Bahwa proses Belajar-Mengajar adalah proses pencarian pengalaman dan proses penstrukturannya :

  • Bersama Alam; Anak-anak tumbuh & berkembang menjadi manusia terbaik (Proses),
  • Kepada Alam; Anak-anak mengambil hikmah/pelajaran di balik kejadian (Observasi)

Metode Belajar

  • Menerapkan metode SPIDER WEB, dengan berbasis tema ataupun proyek, proses belajar dikembangkan secara menyeluruh ke semua bidang ilmu dengan tujuan akhir mengenal pengatur Alam Semesta Dialah Allah SWT,
  • Melalui Proses Accelerated LEARNING, siswa belajar dengan melibatkan semua potensi dirinya,
  • Dengan Active Learning, siswa diajak untuk Fun, Fresh and Friendly dalam belajar dan aktif dengan kegiatan observasi dan eksplorasi.

Aneka Kegiatan Siswa
Belajar Al-Qur’an, Shalat Dhuha, Berkebun, Observasi, Komputer, Outbound, Outing, Field Trip, Olah Sampah, Bermain, Camping, Art, dll.

Test & Seleksi
Dilakukan test kematangan bagi siswa baru dan dialog pendidikan bagi orangtua, test kematangan dilakukan untuk seleksi berdasarkan perkembangan mental untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai dengan usia dan untuk mengetahui apakah calon siswa memerlukan perlakuan khusus (bagi yang mungkin memiliki gangguan konsentrasi, motorik, atau emosional). Test seleksi yang dilakukan BUKAN tes akademik.

Bangunan dan Desain Bangunan Sekolah Alam

           

Lahan dan Area Pembangunan dan Pengembangan Sekolah Alam dan Pondok Pesantren Alam (PPA)

Pembangunan Kolam Renang Albama dan Outbond

Pembangunan Masjid di Area Kolam Renang dan Outbond